Wednesday, February 5, 2020

Cara revisi POK/ DIPA dengan SAKTI

Aplikasi SAKTI kini telah mulai dapat digunakan oleh satuan kerja pengelola APBN. Namun untuk dapat login tentu saja satker terlebih dahulu melakukan pendaftaran seperti yang sebelumnya pernah kami bahas pada tulisan tentang mengenal modul admin sakti.

Kali ini akan kita coba cara untuk merevisi POK pada aplikasi SAKTI.

Sebenarnya aplikasi ini sementara ini hanya digunakan untuk modul penganggaran saja, sebagai pengganti aplikasi RKAKL ada baiknya satker melakukan pembiasaan penggunaan aplikasi ini yang nantinya tidak hanya untuk penganggaran, namun dengan modul pelaksanaan sampai modul pelaporan anggaran juga.

Dalam hal ini selain untuk revisi POK aplikasi SAKTI juga dapat digunakan untuk revisi DIPA maupun revisi Halaman III dipa dimana dalam penilaian IKPA kali ini, usul revisi Halaman III dikabarkan untuk tribulan Februari paling akhir pada 13 Februari 2020.

Langkah-langkah revisi POK/ dan Halaman III pada aplikasi SAKTI sebagai berikut
  1. Buka Aplikasi SAKTI dengan browser beralamatkan pada https://sakti.kemenkeu.go.id/ dan tampil seperti gambar berikut, lalu login dengan user operator seperti gambar berikut
  2. Tampilan aplikasi sakti dengan user operator seperti yang pernah kami tulis pada mengenal modul operator anggaran pada SAKTI seperti gambar berikut
  3. Untuk revisi, langkah pertama yang dilakukan adalah memilih status history pada menu Penganggaran sub menu utility seperti gambar berikut
  4. Lalu pilih Revisi satker (POK) seperti pada gambar
  5. Pilih konfirmasi untuk melanjutkan proses
  6. Lalu proses RUH belanja seperti pada gambar berikut ini
  7. Pilih satker seperti pada gambar di bawah (pada ...)
  8. Pilih satker yang akan direvis seperti pada gambar
  9. Tampilan RUH belanja seperti pada aplikasi RKAKL, pada sakti seperti pada gambar di bawah
  10. Seperti pada aplikasi RKAKL, klik dobel pada komponen agar tampil detail seperti pada gambar di bawah
  11.  Lalu untuk menambah akun baru pilih Rekam akun
  12. Tampilan form akun seperti pada gambar (mirip RKAKL)
  13. Lalu pilih akun yang dikehendaki seperti pada contoh
  14. Maka akun baru sudah masuk pada form RUH belanja seperti pada gambar, lalu rekam detail
  15. Tampilan rekam detail SAKTI pun mirip dengan aplikasi RKAKL
  16. Karena ini revisi POK yang hanya mengganti akun tanpa merubah total nilai, maka akun yang lama bisa dilakukan penghapusan seperti gambar
  17. Lalu kita konfirmasikan langkah kita tersebut
  18. Lalu kita pilih simpan setelah dirasa selesai melakukan perubahan
  19. Dan kita konfirmasikan langkah kita tersebut
  20. Lalu kita lakukan validasi pada menu Validasi data belanja seperti pad agambar
  21. Ternyata masih belum valid. Sebenarnya seperti aplikasi RKAKL, revisi tersbeut belum valid karena belum kita lakukan perekaman rencana penarikan halaman III dan perekaman pejabat (bisa dilihat kode validasinya seperti aplikasi RKAKL pula)
  22. Baiklah, untuk pengisian rencana penarikan ada pada menu RUH , sub menu RPD Bulanan (Hal III) seperti pada gambar
  23. Pilih Kode satker seperti pada gambar berikut
  24. Memilih data kode satker yang akan diisi rencana penarikan dananya
  25. Lalu memilih output yang akan ditampilkan
  26. Disini terlihat rencana penarikan masih merah yang artinya belum ada atau tidak sesuai antara rencana dengan pagu yang ada
  27. Kita dapat melakukan perekaman rencana penarikan dana dengan memilih tombol rencana penarikan tersebut sehingga muncul form sebagai berikut
  28. Untuk mengisinya, kita dapat memanfaatkan data RPD bulanan yang telah diupdate pada aplikasi SAS. Dimana pernah kami tulis Cara Mengupdate RPD bulanan dan pengisian capaian output sebelumnya di blog ini pula. Lalu data dapat kita ambil dengan login sebagai adminrpd pada aplikasi sas seperti gambar berikut
  29. Lalu kita pilih menu input data sub menu Ambil Data Realisasi seperti pada gambar
  30. Pilih bulan januari (bulan sebelumnya) lalu pilih centang untuk update, seperti pada gambar
  31. Setelah itu dapat kita pilih submenu Update RPD seperti pada gambar
  32. Pada bulan Januari, kita pilih proses (centang hijau) lalu kita proses update seperti gambar
  33. Lalu kita pilih pada bulan februari (setelah update januari) setelah itu kita bentuk file exel, kita pilih folder tujuan dan kita proses pembentukan file exel RPD yang akan kita gunakan untuk revisi halaman III DIPA seperti pada gambar berikut
  34. Berikut contoh file exel pada folder RPD yang baru kita proses
  35. Isi dari file RPD yang telah diupdate bulan Januari oleh sistem, dan bulan Februari diharapkan juga sudah diupdate seperti pernah kami tulis Cara Mengupdate RPD bulanan dan pengisian capaian output sebelumnya seperti pada gambar kita gunakan sebagai data rencana penarikan halaman III
  36. Kembali pada langkah nomer 27, kita isikan sesuai update RPD SAS tersebut seperti pada gambar (update: namun sebaiknya isian di sini tetap diisi genap ribuan seperti pada aplikasi RKAKL, tidak ikut pecahan file hasil exel SAS)
  37. Bila telah terisi dengan benar, maka renca penarikan berwarna biru seperti pada gambar
  38. Dan setelah kita isi seluruh komponen rencana penarikan dana, maka akan tampil sebagai berikut
  39. Langkah selanjutnya adalah merekam pejabat penanda tangan seperti pada RKAKL yang sebelum divalidasi haris merekam nama KPA, PPSPM, dan bendahara. Untuk hal ini admin SAKTI dapat login pada aplikasi SAKTI merekamnya pada menu Administrasi, sub menu Umum, pilih Penandatangan seperti pada gambar
  40. Akan tampil awal seperti pada gambar, hanya ada KPA, maka kita perlu merekan PPSPM dan Bendahara
  41. Form perekaman penandatangan pada SAKTI sebagaimana gambar berikut
  42. Setelah lengkap 3 pejabat tersebut nampak seperti gambar berikut
  43. Kembali ke langkah 21 tadi yang gagal validasi, setelah perekaman halaman III (rencana penarikan) dan pejabat penandatangan, maka usul revisi POK tersebut berhasil divalidasi seperti pada gambar
  44. Bila telah valid, maka menjadi wewenang KPA untuk pelakukan persetujuan usulan revisi POK tersebut. langkah-langkahnya sebagai berikut (asumsi disini kpa melakukan aprove dengan browser pada smartphonenya) Menu yang digunakan adalah menu Pengangagran seperti pada gambar
  45. Lalu dipilih menu Monitoring sub menu Monitoring Submit dan Aprove Data seperti pada gambar
  46. Tampilan form aprove seperti pada gambar. Langkah pertama adalah memilih data satker (kementerian dan unit)
  47. Contoh pemilihan kode kementerian
  48. Setelah itu KPA bisa memberikan tanda centang pada S (kependekan dari Satker) dan pilih simpan
  49. KPA mengkonfirmasikan penyimpanan data yang artinya menyetujui revisi POK yang diajukan
  50. Jika berhasil maka akan muncul notifikasi sebagaimana gambar
  51. Kembali pada user operator, operator bisa melihat apakah usulan telah diproses pada menu yang sama namun login operator seperti pada gambar
  52. Jika sudah disetujui seperti pad agambar sebelumnya, operator dapat mengirim adk ke SAS untuk dapat dilakukan pelaksanaan angagran pada menu ADK sub menu Kirim ADK ke SAS seperti pada gambar berikut
  53. Pilih adk, proses download, dan hasil download berupa ADK yang siap diproses pada aplikasi SAS seperti pada gambar berikut

Semoga tulisan ini bermanfaat, menyongsong batas akhir perbaikan revisi halaman III DIPA untuk pencapaian IKPA yang bagus.

Langkah tambahan yang penting

Beberapa teman yang terlanjur pilih revisi POK lalu mau melakukan revisi DIPA halaman III mengalami kesulitan, ternyata sebelum memilih tambah revisi DIPA perlu melakukan hal sebagai berikut
Pada menu RUH belanja, klik revisi POK yang berwarna biru, 
credit picture MTsN Pacitan 3 Pacitan

lalu simpan dengan tanggal revisi, barulah bisa Usul revisi DIPA (pada langkah nomer 4). Semoga tambahan tulisan ini bermanfaat.

10 comments:

  1. mas.. sy tidak bisa cetak matrik.. karna nama kota belum ada.. mohon solusi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masuk modul admin, hapus penandatangan KPA yang ada, rekam lagi penandatangan KPA dan kasih alamat di form tsb

      Delete
  2. mas, gimana cara nya untuk yang hibah data tidak muncul di PHLN sehingga tidak bisa di validasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah maaf, kami blm bisa menjelaskan dengan benar, hanya bisa menduga, hal tersebut berhubungan dengan referensi register hibah. Silakan dikomunikasikan dg KPPN terdekat

      Delete
  3. mohon maaf, ijin bertanya, kalo gagal validasi belanja padahal untuk pengaturan admin sudah sesuai semua, apa yang harus dilakukan,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilihat kode validasinya, nanti disitu bisa diketahui apa yang kurang, sama dg aplikasi rkakl

      Delete
  4. Hatur nuhun....
    sangat membantu bagi saya yang baru belajar SAKTI

    ReplyDelete
  5. Mas, kalau mau revisi nomor register SBSN gimana caranya? Terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, dulu kalau di aplikasi SAS kan ada di login admin, kalau di sakti untuk buat SPP, bukannya kalau Dipa (sementara ini sakti kan untuk penganggaran) sudah tercantum ketika penganggaran? Maaf blm praktek juga masalah ini

      Delete