Monday, February 3, 2020

Cara Mengupdate RPD bulanan dan pengisian capaian output

Berkaitan dengan telah berakhirnya masa pelaksanaan anggaran bulan Januari 2020, perlu dilakukan beberapa hal (tepatnya 2 hal). Yang pertama adalah evaluasi rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana, dimana pada awal januari 2020 kemarin telah kita laksanakan bersama untuk perencanaan selama 12 bulan kedepan (sisa 11 bulan) dengan menggunakan aplikasi SAS (sebagai pembiasaan aplikas SAKTI nanti)

Gambar di samping ini adalah informasi dari 2 sumber, yakni oleh perencana kanwil kemenag jatim dan kasi bidang revisi kanwil djpb jatim yang artinya penilaian IKPA tahun ini lebih ketat dibanding tahun kemarin pada dasarnya bukan sebatas penilaian IKPA saja, karena itu buka tujuan utama, namun hanya sebagai stimulus saja, namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana mengelola APBN secara efektif dan efisien.

Seperti yang kita pahami (mungkin ada yang belum) bahwa APBN kita hanyalah berupa dokumen belanja yang akan kita laksanakan 12 bulan ke depan (sisa 11 bulan), dalam hal ini asumsinya di awal tahun 2020 negara belumlah memiliki keseluruhan uang tersebut. Maka dari itu, kita sebagai kementerian pengguna anggaran (sisi belanja) perlu merencanakan dengan pasti kapan kita akan melaksanakan kegiatan yang berakibat atas kebutuhan dananya.

Meskipun dalam pelaksanaan kegiatan banyak juga yang dipengaruhi pihak ketiga (semisal narasumber dari kanwil, juknis tahunan yang belum ada) namun paling tidak kita yang sudah memegang dokumen rencana pelaksanaan anggaran dapat memperkirakan kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan, atas beberapa hal tersebut, maka di awal februari 2020 ini kita perlu mengupdate RPD kita untuk 11 bulan sisa ke depan.

Sebagai contoh disini kita akan membuka 2 kasus yakni satker 025.01.650079 dan 025.09.650085 yang selanjutnya kita sebut satker 01 atau satker 09. Cara masuknya menggunakan user rpd seperti pada gambar (dengan server ip sesuai lokasi clien)

Lalu kita pilih menu data sub menu update RPD bulanan berdasarkan realisasi
Kita pilih bulan januari 2020, disini terlihat (kasus satker 01) ada selisih realisasi dari rencana, sebesar 14 juta-an

Sementara itu di kasus satker 09 ada selisih 4.700.000
satker masing-masing bisa dilihat masing2 user

Secara otomatis sesungguhnya update selisih ini akan dibebankan pada bulan berikutnya, contoh di satker 01 karena selisih kurang maka mengurangi rencana di bulan februari, sementara kasus 09 karena selisih lebih maka asumsi aplikasi kegiatan mundur sampai bulan februari. Dalam hal ini masing-masing penyusun rpd dapat memperbaruai rpd pada 11 bulan sisanya.

Misal untuk kasus 01

Pilih pada menu input data sub menu  RUH rencana pelaksanaan kegiatan

Pilih satker yang akan diupdate RPD-nya

Tampil seperti ini, dengan melihat data selisih tadi kita dapat melakukan update RPK dan RPD pada tingkat komponen (kode 3 digit) yang ada tombol ungu tersebut

Seperti terlihat pada contoh untuk komponen 002 pada output 2103.994 ada baris yang berwarna hijau merupakan real realisasi di bulan januari

Dimana untuk mengupdate yang telah realisasi ini hanya bisa diupdate pada RPK nya saja, untuk RPD dan Nilainya tidak dapat diupdate

Update bisa dilakukan untuk bulan yang belum dilaksanakan realisasi, seperti pada contoh ini bisa merubah rencana pelaksanaan kegiatan bulan februari untuk operasional, karena sudah digunakan di bulan januari sebanyak 14 juta, maka secara otomatis sistem mengambil rencana rpd bulan febaruari dan sebagian maret, bila memang di bulan februari rencana menggunakan operasional perkantoran lebih besar dari yang tercantum maka angka tersebut bisa dirubah

Misal dirubah menjadi 30.500.000 seperti contoh

Setelah pilih simpan, maka timbul selisih baru sebesar -2.967.594 yang dapat kita alokasikan pada bulan-bulan berikutnya

Bila belum dialokasikan/ diperbaiki, maka kita tidak bisa keluar dari menu tersebut, jadi harus dialokasikan sampai sisa Rp 0

Setelah kita perbaiki seperti ini, maka barulah bisa kita keluar dari form tersebut

Begitupula untuk kasus milik satker 09 ini

Langkah sama dengan satker 01, login sebagai rpd satker 09, pilih menu yang sama, lalu pilih satker 09 (misal), tampil seperti ini, kita buka komponen yang selisih tadi (dalam kasus ini komponen 051 pada output 2148.002)



Sistem secara otomatis akan memundurkan kegiatan yang tidak direalisasikan di bulan januari pada awal bulan februari seperti tertera pada gambar

Untuk itu bisa kita ubah, bisa jadi kegiatan memang sudah dilaksanakn di januari (kotak RPK) namun pencairan baru di bulan februari (kotak RPD) atau bahkan keduanya memang dilaksanakn di bulan februari, atas hal tersbut form ini perlu diubah sesuai keadaan yang diketahui seksi masing-masing.
Berdasarkan informasi sebelumnya, tentang batas waktu revisi halaman III DIPA tahun 2020 tersebut (yang memang masih perlu dikonfirmasi kebenarnannya) maka tahun ini kita diberi kesempatan yang berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu satker dapat memperbaiki rpd halaman III dipa di akhir tribulan, setelah itu posisi dikunci untuk penilaian IKPA (meskipun itu hanya stimulus saja).

Jadi nilai satker bisa bagus bila rutin melaksanakan revisi halamn III dipa di setiap akhir tribulan dengan dasar data realisasi tiga bulan sebelumnya (yang sudah pasti ada). Misal, KemenagKota Batu melakukan revisi RPD halaman III dipa pada 30 maret 2020 dengan dasar data realisasi bulan januari-februari-maret sehingga kita dapat nilai bagus. Namun tahun ini lebih dari itu, dengan adanya informasi tadi untuk RPD halaman III DIPA bulan Januari - Februari - Maret 2020 hanya bisa diusulkan di minggu kedua bulan Februari, yang artinya kita hanya bisa 100% menyelamatkan data realisasi bulan Januari saja, namun untuk februari dan maret perlu direncankan secara matang di minggu pertama bulan Februari.

Bila tidak matang, maka nilai IKPA akan menurun. Matang yang kami maksud adalah kesesuaian antara rencana dan realisasi. Berarti kita dituntut dalam perencanaan 2 bulan ke depan (dalam hal ini di awal februari ini harus bisa merencanakan dengan pasti kegiatan selama februari dan maret). InsyaAllah itu lebih mudah daripada awal tahun yang harus merencakan selama 12 bulan ke-depan kan?

Nah itulah hal pertama yang harus kita koordinasikan dengan kasi (misal) dalam minggu pertama ini untuk mematangkan rencana 2 bulan ke depan dan dituangkan dalam aplikasi SAS (nantinya pada aplikasi SAKTI) dan hal ini akan berulang setiap bulannya, namun untuk perbaikan setiap bulan kelipatan 3 tidak akan berefek pada IKPA

Melanjutkan hal ini adalah hal kedua yang perlu kita lakukan adalah pengisian capaian output yang perlu kita perbaiki daripada tahun yang lalu.

Untuk pengisian capaian output masih sama seperti tahun yang lalu dengan user ppk

Pada menu pagu dan kontrak sub menu capaian output

Pilih bulan yang akan dikerjakan (awal februari mengerjakan capaian output januari) beda dengan RPD

pilih kode satker

Pilih tampilkan hanya level output agar ringkas, namun bima output memiliki banyak komponen ada baiknya tetap tampil lengkap agar bisa melihat realisasi lebih detail

tampilan ketika hanya level komponen

Yang perlu diisi adalah kolom realisasi target (volume) dan total progress (%). Untuk penyeragaman, dalam output layanan perkantoran (pembayaran gaji dan operasional) yang outputnya 1 layanan, realisasi target (volume) di januari dan bulan berikutnya kita isi saja telah tercapai 1 layanan, namun progres bulanannya menggunakan rumus = angka bulan/12 persen. Misal kalau januari ya 1/12 persen, misal untuk bulan mei 5/12 persen. Dengan keterangan kurang lebih seperti ini


hasilnya seperti ini lalu simpan

Demikianlah cara mengupdate RPD dan pengisian capaian output yang harus dilaksanakan disetiap minggu pertama awal bulan. Dimana RPD wajib diupdate sepresisi mungkin untuk kegiatan 2 bulan ke depan dan pengisian capaian output harus sesuai dengan yang tercapai untuk bulan yang telah terlaksana (bersifat akumulatif).


















No comments:

Post a Comment